Senin, Januari 09, 2017

Aku Ingin Mereka Bahagia


Tolong Dibaca sampai selesai dan dishare....
“MIMPI KAMI INGIN MELIHAT KALIAN TERTAWA?”
Oleh : M. Ardi Ansha El-Zhemary

“Kang, jadi tinggal di sumatra?”
Aku tersenyum kecil saat beberapa orang bertanya tentang perjalananku kali ini. Pertanyaan itu memang kuanggap sebagai doa, dimana aku memang ingin pergi ke sumatra, tempat dimana keluarga dari istriku tinggal. Tapi sepertinya takdir berkata berbeda, semua berawal kisah lucu namun menyedihkan yang terjadi dalam hitungan menit.
“Sepertinya tidak,” balasku datar seraya menggeleng.
“Lo kenapa?”
“Karena ini,” kutunjuk kaki kiriku. “Karena kaki ini pernah masuk ke dalam lubang papan sebuah asrama,”
Sontak sahabatku itu tertawa. Akupun ikut tersenyum kecil seraya menarik nafas pelan.
“Kok malah ketawa,”
“Ya lucu aja, lalu apa hubungannya dengan kepergian sampean kang?”
“Yang pertama karena Abah Hisyam pengasuh pesantren dulu saya nyantri  menyuruh saya tinggal di sumatra,”
“Lalu yang kedua?” sahabatku menyela, sepertinya ia sudah tidak sabar mendengar alasanku.
“Karena aku sudah jatuh cinta dengan lobang papan yang menjatuhkan kakiku, cinta yang membuatku mengerti arti tawa, bahagia, dan juga sedih setelah semua itu aku pahami dari hati terdalamku,”
“Lebay sampean kang, terus gimana? Apa yang ingin sampean lakukan disini?”
“Aku akan tinggal dimana lobang papan itu berada,”
“Dimana, pondok pesantren raudlatul ulum sanggau ledo,”
“Wah, inti sampean crita itu gimana to kang?”
“Intinya, aku jatuh cinta dengan lobang di papan itu, lalu aku ingin memperbaiki mereka semua, intinya aku ingin memperbaiki semuanya, akan cinta yang tersisa cukup dengan bahagia,”
“Lebih intinya?”
“Intinya, saya kesini mau minta sumbangan dana kang, buat amala jariyah mbangun asrama di pondok tersebut,”
“Alhamdulillah, daritadi kan bisa langsung jelas, ha ha” sontak sahabatku tertawa terkekeh kekeh.
“Iya kang, tapi kan perlu pembukaan juga,”
****
Bapak ibu, mbak, mas, pak de, mbok de, mbah, dan semua sahabatku dimanapun kalian berada, semoga kita masih di dalam nikmat iman dan ihsan. Sepenggal cerita diatas hanya muqodimah sahaja, sekedar pembukaan tentang kisah sebuah pesantren di sanggau ledo yang merupakan peninggalan sisa perang antara suku madura dan dayak dulu, sehingga banyak santri yang pergi. Namun sejarah akan terus berputar, alhamdulillah santri kembali hadir di pesantren, dan setiap harinya selalu bertambah, namun pertambahan santri tidak diimbangi dengan kapasitas asrama serta kelayakan asrama, dimana asrama masih terbuat dari papan, lobang di lantai sudah berjangkitan dimana-mana, bahkan lobang di dinding bisa diganti nama menjadi jendela, atau pintu otomastis sekaligus.
 santri-santri memang bahagia tinggal disana, mereka bisa tertawa, mereka bisa mengaji bersama, mereka bisa belajar tentang agama, namun aku (novelis amatiran ini) merasakan ada luka yang dalam saat melihat malam-malam yang mereka lalui, dalam lelap mereka, serangga terkadang menganggu dari celah papan, hewan-hewan liar menganggu tidur mereka, bahkan tak jarang ular dan sejenisnya masuk dengan santainya tanpa beban. Karena dibelakang asrama masih semak belukar, masih banyak pepohonan alami yang tumbuh, Entahlah, aku tidak tahu tulisanku ini bagus atau jelek, aku tidak tahu apakah mereka akan percaya dengan tulisan dan kisahku ini, karena aku sadar aku hanya penulis fiksi, namun untuk sahabat-sahabat dan pembaca tulisan sederhanaku dimanapun kalian berada, AKU MEMPERCAYAI KALIAN. Aku percaya kalian aku membaca tulisan ini sampai selesai, aku juga berharap kalian akan menyumbangkan tenaga untuk share tulisan ini semampu dan sebisa kalian, aku juga percaya kalian tidak ingin melihat santri di PPRU (Pondok Pesantren Raudlatul Ulum) terus terganggu dimasa masa belajar mereka, kenyamanan belum bisa mereka rasakan, malam-malam mereka masih terusik serangga serta hewan liar. Selain itu, Aku juga berharap, ada beberapa RUPIAH yang akan mengalir untuk membantu pendirian asrama untuk mereka, untuk membuat mereka bisa tertawa lebih lebar, untuk membuat mereka bisa tersenyum dan lebih bahagia.
Semoga catatan sederhana ini bisa membuka pintu hati bapak ibu, mas dan mbak semuanya untuk ikut membantu mewujudkan mimpi santri PPRU membangun asrama. Karena dana yang tersedia masih sangat minim.
Salam dari kami, untuk  sahabat muslimku semuanya. Semoga mimpi mereka untuk mendirikan asrama untuk tempat mereka menuai mimpi bisa segera terwujud.
M. Ardi Ansha El-Zhemary
Penulis Novel Air Mata Nayla.
Untuk sumbangan donatur, bisa transfer ke rekening
- BRI :  4852 01 012685 53 8 atas nama Muhamad Ardi Ansha  
- Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat :  8625020060   Cabang : Sanggau Ledo AN : Ponpes Raudatul Ulum
Untuk Donatur Yang sudah mentransfer, tolong konfirmasi di nomor atau WA = 085821822683 (M.  Ardi Ansha El-Zhemary)

“1.000 Rupiah yang anda bagikan kepada kami, Insya Allah akan menjadi jembatan pewujud mimpi kami sebagai santri,”
  
Ini tawa dari mereka, santri putra PPRU dan dokumentasi kerusakan Asrama

Ini tawa mereka, walau memang jauh dari sederhana, alhamdulillah mereka masih bisa bahagia

Sebagian rejeki yang anda sisihkan untuk kami, adalah butir pemujud mimpi kami. Terima kasih!

Ini Lantai Tempat saya Terjatuh dulu, Kondisinya sudah lapuk dan rapuh

Dinding asrama dengan kondisi yang sudah mulai terbuka

tiang penyangga asrama yang rapuh....

Kamis, Mei 01, 2014

pertimbangkanlah

pertimbangkanlah keberadaanku,
kala aku mulai merindu
kala aku mulau bernyanyi pilu

pertimbangkanlah tentangmu
yang masih diam dalam kelu
tak pernah mengerti akan hadirmu

untuk siapakah kamu?
diriku,
jika ia? kenapa engkau buat jiwaku kaku
terluka dan terjatuh selalu
maafkan aku, ini yang terasa darimu
kekasihmu

Senin, Februari 17, 2014

Salam untukMu

Bagaimana tangan-tangan lemah itu mampu merengkuhMu ?
jika kalam-kalam kadzib masih kerap mengalir..
lembut tanpa terasa..
sepi tanpa terterka...
hanya saja sebait kata penyesalan yang tertera..
kala sebuah jiwa tak lagi bangkit..
terluka dalam lara.
semua hanya tentangMu..
sebuah kesempurnaan dari semua kesempurnaan..
ya Robb.. Inni tawakkaltu ilaik....

Kamis, Februari 06, 2014

jujur ae lah

menyebalkan memang, saat semua kegiatan harus menumpuk menjadi satu, mulai dari diniyyah, kuliah sampai hapalan yang mulai mbulet keri-keri malah bubrah. ha ha..Ampun bos..! sumpah deh, mumet tenan !
yupz..beginilah, mumet-mumet tak gae nulis, menowo dados tulisan sengan Best Seller.. Wk Wk..! eh bukannya best seller, malah kayak tulisannya orang Teller....melas rek ! aduh..mbok pisan2 ojo galau nopo ?? yo mboh...ezt takdir e ki.. ck ck..
yo eztlah..seng penting sak iki nulis disek, apik ra apik penting nulis.. ngilangi bosen lan jenuh goro2 tugas numpuk kebalut kangen seng kebendung....campur oseng sitik, ben rodok sangar....

sampai jumpa kapan2nya kapan.. STAIDA 06-02-2014

Minggu, Februari 02, 2014

Bagaimana Bisa

ingin kutuaikan sebait puisi dalam kediamanku..
tapi aku tak pernah mampu..
karena rangkaian kata itu telah pergi..
ingin kulepas penat yang kini menari dalam pundakku..
tapi lagi-lagi tiada mampu kubisa...
karena penat itu takkan terhapus tanpa hadirmu..
bagaimana bisa ?
aku harus diam hening..
sedang lama keberadaanmu menghilang sudah..
bagaimana bisa ?
aku masih tetap merindukan sosokmu..
walau bayangan tak lagi kutemukan..
kini hanya kenangan demi kenangan..
yang semoga akan tetap ada.
untuk saat ini..
dan esok...

2 febuari 2014

Sabtu, Februari 01, 2014

Merindukanmu

banyak catatan yang kutuaikan..
banyak cerita yang kututurkan..
banyak lagu yang telah menjadi nada
banyak bait puisi yang telah terbaca..
banyak lukisan terindah yang tergores..
hanya saja..
tentangmu akan menjadi
sebiat kata yang tak mampu terteka..
sebuah puing kisah yang terlewat..
dan takkan terulang dalam relung waktu..
hanya saja..
dan hanya berharap..
dalam doaku..
dan tahajudku...
terimakasih...
hanya saja..
sekejap, dan tak berlangsung lagi...


STAIDA 01 febuari... untukmmu di 2 febuari....merindukanmu

Kamis, Januari 30, 2014

Cukup

banyak hal yang terlalu mudah untuk dirangkai..
namun begitupula banyak hal yang terlalu mudah dilupakan..
seperti aku, kamu dan dia..
kadang aku melukapan kamu..
apalagi jika harus memingat dia..
dan tak jarang kamupun melupakan au..
tanpa mampu mengingat dia..
namun setidaknya ingatlah satu hal :
" Kita Hamba..!"
cukup..hanya itu....
terima kasih..

PERPUS STAIDA 30 Januari 2014

Senin, Januari 27, 2014

UNISMA Malang....My Memorize


 Lagi Sibuk SMS-an, eh malah kecepret kamera.! Tapi Kok Kueren Yo.. WK Wk



EH.. ! Usman Mulai lapar... lak melet Uombo....




Gus E lagi galau mikirne seseorang.....


Hayo...!! Ngobrol Opo Kuwi ?? Ngosip kan ??


 Durung kramas...Guatel jare.. he he..





 faiz jengking, usman mangap, Ardi Njungkel, 
Syafi' Kademen, Fawaid loyo, Albab Mumet, Matin Umek terus.... gya gya....



Suwer rek...!! Foto paleng keren....




Ini gue...Keren kan ! ojo ngiri lo..........


Selasa, Januari 14, 2014

LIBURAN MAULUD-MASJID TUREN-MALANG



























Senin, Januari 06, 2014

Apakah benar ???

Kenapa harus kamu yang menanyakan semua itu ?
tentang keyakinan,
kepercayaan,
keinginan dan harapan....
apa kamu masih terus berpuisi dalam ragu ?
kenapa bait-baitnya masih terus bergeming..
apakah benar ?
kamu akan semakin menjauh
dari kehidupanku..
dia dan mereka
yang berharap kita bisa melewati hari bersama...
apakah benar ?
kita akan terpisah dari kisah kita...
saat aku mulai mempercayi keberadaanmu untuk melengkapiku..
maafkan aku..
saat itu aku hanya diam..
tiada mampu memberi jawaban terbaik..
karena hanya diam,
dengan kata yang tak mampu kuterjemahkan..
karena aku takut kehilanganmu..

PERPUS STAIDA 06 01 2014

Minggu, Januari 05, 2014

Sudah aku bilang

sudah sudah !
aku pernah berkata :
" Apapaun yang terjadi, aku akan tetap mecintaimu !"
apakah kalimat itu belum jelas..
aku tak peduli dengan engkau yang melukaiku..
aku juga tak peduli dengan egomu
aku tak peduli dengan acuhmu..
aku tak peduli dengan semua hal
yang terkadang membuatku menjatuhkan air mata..
yang jelas aku akan peduli,
saat engkau melarangkau untuk mecintaimu...
aku tahu, aku tak akan mampu...........

Sabtu, November 30, 2013

Hanya Terima kasih

catatan di malam ini..
untuk seseorang di sana..
terima kasih.
telah ajarkan aku tentang luka..
telah ajarkan aku tentang bahagia..
dan ajarkan aku tentang semua rasa..

untuk mereka di sana..
terima kasih telah memberi cerita...
terima kasih telah terimaku
hadir dalam kisah kalian..
terima kasih telah menjadi'sebuah kisah
dalam catatan demi catatanku...

untuk semuanya....
hanya terima kasih ini..
yang kutuai dalam sebait syairku..
terima kasih...

MKD 30 15 13

My Motivasion

Bagaimana kabar sobat ??? Ehm..Setiap orang tentu punya motto atau landasan hidup yang menjadi jalur bagi kita untuk menuai cerita, menjalani hari dan kisah setiap waktu. begitupun seorang aku ? terlahir dengan impian, impianku, orang tua dan semua yang mengenalku. dan untuk mewujudkan impian itu aku harus memiliki sebuah kata atau motto yang akan membuat hariku lebih semangat, lebih siap dalam mencerca dunia dengan sejuta tanya.

" Mikir sesok sore kanggo sesok isuk !!"

kalimat itulah yang kan kupegang mulai saat ini. dan insya allah motto itu akan teriring sebuah kata yang wajib dalam dalam setiap kisah "Istiqomah"..

Catatan Izra'il Part 3

Entah kemana aku harus menentukan tujuanku kali ini. Dengan kecepatan melebihi kilatan cahaya  aku menuju sebuah tempat di Pesantren, ada seseorang yang sangat ingin kutemui, seorang yang selalu menangis mengadu kepada Tuhannya, Tuhanku dan Tuhan semua-allah. Tapi bukan lelaki yang kini masih sibuk dalam dzikirnya di asrama Negaran salah satu Kiai, tak peduli dengan tubuh letihnya setelah seharian berkerja demi mengabdi kepada sang Kiai, Sedangkan sahabat-sahabatnya memilih untuk terlelap, jarang sekali terbangun malam karena beralasan capek, seakan tak peduli dengan catatan kematian yang kugenggam di tanganku,  padahal salah satu nama dalam daftar itu tentu ada nama mereka, mereka semua yang hanya menghabiskan malam dalam buaian mimpi, sementara mereka tidak tahu kapan mereka akan kuajak untuk kembali kepada-Nya ? Siangkah ? atau malam ? Bagaimana jika aku menjemput mereka saat malam hari saat mereka tengah larut dalam mimpi indah sesuai catatanku, apa mereka tidak takut ?  Tapi aku malaikat, dan mereka manusia. Aku dan juga semua tidak akan pernah tahu rencana Tuhan selanjutnya.
Kini ada sesuatu yang membuatku harus kembali ke tempat yang tidak jauh dari maqam almarhum Kiai Muhtar, tempat dimana pertama kali aku bertemu seorang pemuda yang telah menuliskan catatan tentangku. Aku kembali melaju cepat, Sampai akhirnya kuakhiri perjalananku. Kusamarkan diriku menjadi seorang gadis yang tentu akan terlihat sangat anggun bagi manusia, dan aku telah berdiri di sebuah ndalem yang sebagian ruangannya diubah menjadi Asrama untuk beberapa Santriwati yang masih duduk di bangku Aliyah.
Pandanganku membeku, menatap gadis yang kini terus terlarut dalam sujudnya sejak beberapa menit lalu. Lumayan lama, air matalah yang selalu mengiringi dalam setiap pengaduannya. Kuhampiri gadis itu, menyapanya ramah, berharap ia tidak takut denganku yang tiba-tiba muncul menyapanya kala malam sudah semakin larut.
 Itulah rencana tuhan, gadis itu membalas sapaan ramahku, tidak ada rasa takut yang ia tampakkan, seakan ia mengenalku. ia mencoba tersenyum ramah seraya mengusap air mata, tapi duka tetap tampak dari setiap raut wajah ayunya.
Namun aku terkejut, karena dengan tiba-tiba ia memanggilku " Aliya ". Aku sempat heran, tapi perlahan aku sadar, mungkin wajahku mirip dengan salah satu santri putri yang juga telah menjadi sahabatnya. Akupun mengangguk, mengaku sebagai Aliya, berharap aku bisa mendengar cerita tentangnya, tentang gadis itu,  yang mengenalkan dirinya sebagai    "Syahlatus Syafa ". Kuputuskan untuk memanggilnya " Syahla". Nama yang indah.
" Mbak Syahla…….Apa yang terjadi dengan sampean ?" kuajukan sebuah pertanyaan dengan memanggilnya dengan embel-embel " Mbak" sesuai adat yang diajarkan di Pesantren agar terjadi rasa saling menghormati antara Santriwati. Tak peduli berapapun perbedaan umur mereka.
 Ia tiba-tiba kembali terisak tanpa menjawab pertanyaanku, tampaknya ada duka yang telah lama ia sembunyikan, tapi aku kagum, ia bisa menyembunyikan dukanya selama ini, hanya mengadukan kepada Dzat yang maha agung, karena hal itulah aku memutuskan untuk menemuinya malam ini.
Ia masih terisak, aku mencoba menenangkannya. Andai ia tahu siapa aku sebenarnya ? Tentu ia akan takut, dengan penyamaranku, aku akan bisa mengerti perasaan seorang manusia, khususnya Syahla.
Setelah ia agak tenang, ia mengangkat wajahnya, lalu menceritakan sebuah kisah tentang Ayahnya.
****
Aku adalah gadis yang terlahir tanpa pernah merasakan kasih sayang ibu. Tanpa pernah tahu bagaimana wajah seorang ibu. Aku hanya hidup bersama ayah, lelaki yang telah memberikan cinta dan merawatku hingga kini. Tapi  dua tahun lalu ayah berubah total, Sosok penyabar yang dulu ada, kini hilang. Ayah kerap melakukan kekerasan kepadaku, bahkan tak jarang ayah menghukum tanpa pernah aku tahu apa kesalahanku.
 Sejak saat itu, aku memutuskan kabur dari rumah , lalu tinggal bersama Bibi Fatma, Sampai akhirnya Bibi Fatma mengirimku untuk menjadi santri di Pesantren ini.
Jadi sejak itu aku tidak lagi berhubungan dengan ayah. Ayah seakan menghilang di telan bumi, jujur....Sebagai seorang anak yang membenci ayahnya, aku juga merindukan tatapan hangat serta pelukannya. Hingga akhirnya  terkadang aku menanyakan kabar ayah kepada Bibi Fatma, namun Bibi dengan ketus menjawab :
" Buat apa kamu memikiran ayahmu yang sudah tidak peduli kepadamu…Lebih baik sekarang kamu fokus dengan belajarmu…Kejarlah impianmu, Biarlah ayahmu pergi sesukanya….! Mana ada ayah yang jahat sama anaknya… "
Sebuah jawaban yang membuat jiwaku teriris dalam. Namun jawaban Bibi ada benarnya, jika ayah masih menyayangiku tentu ayah akan menjengukku, tapi kenyataannya sudah dua tahun aku tak melihat ayah. Dimana keberadaan ayah ? Akupun tak lagi memperdulikannya, aku mencoba untuk tetap membencinya walau terkadang jiwaku terpuruk dalam kerinduan sebagai seorang anak. Ayah ! Lelaki bernama Hasan yang dulu kupuja, kini menjadi lelaki yang tak kupahami. Bahkan mungkin saja telah menjadi lelaki yang kubenci.
****
Kisah yang membuatku berkali-kali menarik nafas dalam.  Sejenak, Syahla memejamkan matanya, berat. Saat ia terpejam itulah, aku menghilang dari hadapannya secepat kerjapan mata syahla.
Saat itu  aku menerobos ke sebuah tempat, sebuah tempat dimana aku masuk menjadi salah satu dari dua orang yang tengah berdialog di sebuah ruangan serba putih. Rumah sakit. Salah satu dari dua orang itu tengah terbaring tak berdaya, matanya cekung, bibirnya pucat, tubuhku kurus, bahkan kini tak sehelai rambutpun yang tumbuh di kepalanya. Kanker, penyakit itulah yang diderita lelaki itu, bahkan dokter memvonis umurnya tinggal menghitung hari. Walaupun kita tidak tahu kapan ajal manusa datang.
" Mas Hasan….Apa tidak sebaiknya, nduk Syahla kita beritahu yang sebenarnya tentang keadaan Mas ? Fatma bosan dengan semua kebohongan ini….!"
" Tidak Ndok…..Kita harus tetap bertahan dalam kebohogan ini….Biarkan Syahla mengejar impiannya…Biarkan ia hidup walau harus membenci Mas sebagai ayahnya…. Lebih baik Syahla hidup dalam kebencian dan tetap kuat, daripada harus bersedih dan kalah …Setelah Mas pergi nanti, Tolong jaga Syahla…Dan pesanku, jangan pernah ceritakan apa yang telah terjadi dengan Mas.."
" Njeh Mas…Insya Allah..!"
****
Syahla membuka mata pelan, lalu menatapku. Kuulas sebuah senyum ketegaran untuknya. Berharap ia akan tetap menjadi wanita yang kuat, lalu kubisikkan kalimat sederhana untuknya, kalimat yang kurasa ia akan memahaminya kelak.
" Tidak ada yang bisa mengubah takdir……Tapi yakinilah, bahwa orang yang telah mencintaimu pasti akan selalu mencintaimu, sekiranya kebencian telah menjadi akar yang menopang cinta… Hidup dalam kebencian dan tetap kuat akan menjadi pilihan terbaik, daripada harus hidup dalam cinta, lalu kalah…!"
Syahla mengangguk pelan, lalu mengulas senyum. Kuberikan kembali beberapa kalimat keyakinan bahwa ia bisa menjalani semua kisah hidupnya yang penuh duka. Sampai akhirnya ia kembali larut dalam sujud dan doanya. Aku berpamitan, berjalan jauh meninggalkan Syahla.
Namun dari kejauhan kulihat seorang pemuda berjalan tidak jauh dari asrama di ndalem tersebut, pemuda itu menatap Syahla sejenak, Syahla yang menyadari kehadiran pemuda tersebut tersenyum seraya menyebut sebuah nama.
" Mas Adam..!"
Adam hanya berlalu, ia tak tahu apa yang telah terjadi. Karena jiwanya masih sangat terluka akan apa yang telah terjadi dalam hidupnya. Hingga ia hanya bisa acuh. Seakan tak mengerti bukan hanya jiwanya yang terluka, tapi juga jiwa gadis yang ia kenal beberapa hari lalu usai Lomba RMI. Syahla, sahabat Fahri.
Aku segera menghilang dalam malam yang tinggal beberapa menit menjemput fajar. Tidak akan pernah tahu akan apa yang terjadi dengan dua kerinduan di dua jiwa anak adam tersebut. Dua jiwa yang terluka karena rindu yang berbeda. Dan aku berharap akan ada kisah indah selanjutnya ? Semoga saja….
 
****
Kutatap pemuda yang kini masih duduk di batu hitam di taman Maqam. Pandangannya membeku, sampai akhirnya ia menuliskan beberapa kalimat di selembaran kertas putih yang ia selipkan di dalam mushaf-nya sebagai pembatas.
"    Jikala membenci orang yang kita cinta membuatnya bahagia, maka lakukanlah ! Daripada tetap mencintainya, sedangkan ia terluka dan kalah karena cinta tersebut….
"    Mencintai tidak cukup dengan menyayangi, berbagi dan terus bersama, akan tetapi berkorban untuknya adalah hal terpenting, walau kita harus menjadi orang terburuk baginya.
"    Tetap tersenyum dan semangat dengan semua yang terjadi, walau mungkin luka akan tetap ada. Namun sebuah senyuman mampu merubah semuanya…

To be Continue…. Catatan Izra'il Part 4.
 

Membuat Efek Kertas pada Corel Draw


Ada kalanya kita membutuhkan efek kertas sobek untuk pemanis desain yang sudah kita buat, hanya untuk membuat kesan 3D sehingga desain kita kelihatan tampak hidup, tutorial ini terinspirasi dari logo CorelDRAW X3 (bunglon menubruk kertas), dan untuk membuat dengan CorelDRAW langkah-langkahnya sangat sederhana;
Contohnya seperti gambar dibawah ini;



Adapun caranya sebagai berikut;
Buat objct kotak dengan Ractangle tool (F6)

Selanjutnya buat object bebas dengan Freehand tool (F5)


Buat juga object bebas yang nantinya untuk sobekan kertas


Iris bagian object yang tidak diperlukan, sebagai object potong adalah object yang pertama kita buat dengan menggunakan menu Trim


Buat gradasi dengan Interactive Fill tool (G), atur sedemikian rupa semua object sobekan



Selanjutnya object bebas yang pertama kita buat beri warna hitam dengan Color Pallete, dan beri efek transparan

Selesai, gambar kita sudah kelihatan tampak nyata, seperti bungkus kertas yang sengaja disobek untuk melihat keadaan dalamnya …..


Kenapa gambar kok bisa muncul di dalam effect kertas sobek ?