Senin, Februari 04, 2013

Sajak di lembah kematian

--> 
Senyum

Dulu kau ada dalam renggang keabadian
Bersemayam dalam palung kesucian
Tersemat dalam pinggang harapan
Dan berhargalah engkau wahai senyuman
Namun jauh dini hari.....!
Tak lagi terlihat tentang ceritamu
Dan juga indahnya syairmu
Kau lekang dalam waktu
Sesungging senyum yang dulu ada hilang
Tertaut dalam pusara waktu yang kelam
Bukan air mata atau lagi duka
Taapi kebebasan yang sejati
Namun apakah setelah itu ?
Apakah kita masih bisa tersenyum ?

Tanya dalam resah

Apa agamamu ?
Aku masih diam mencoba tenang
Namun resah dan takut tiba tiba menghampiri
Aku linglung kosong
Jari jemari ini kaku lesu
Man rabbuka ? menggelegar
Aku kalut, aku takut
Suara itu menghantui. Tubuhku ngilu
Siapa tuhanmu ?
Aku semakin takut aku resah
Aku bingung
Siapa nabimu ?
Semua mercercaku
Seperti memburu sengal nafasku
Yang berdecitan seperti pintu tua
Dalam rumah kemarin lusa
Siapa ? Siapa aku?  Aku takut
Aku tak tahu haru bagaimana?
Ada hitam yang membuat tubuh ini ngilu
Pada siapa aku harus mengadu
Pada siapa ?
Siapa ? dimana aku ?
Resah dan aku diam
Lalu kedua malaikat itu menghampiri
Membawaku jauh
Bara api membakar aku beringsut
Aku takut namun aku tak tahu
Apa yang akan terjadi setelah ini
Setelah waktu habis kemarin aku tak tahu
Apakah soal-soal ini terlalu sulit
Tapi dulu sewaktu sekolah aku selalu
Mendapat nilai A.
Ampun !!!!!
Ampun!!
Aku berteriak kelam
Semua terus mencaci. Pada siapa aku memohon
Pada siapa aku meminta ?
Ah dosa ini membodohiku
Aku kalah.
Ibnu samary al balaghy. 6.3.2011

0 komentar: