Selasa, Februari 12, 2013

Setidaknya wajah itu mampu

berjalan rapuh di sela waktu..
tertahan nafas tiada mampu berhembus...
semua masih menyanyi dalam keheningan...
hingga wajah-wajah letih hanya mampu terpekur..
menyimpan sebuah tanya tanpa jawaban ?
tentang apa ? dan bagaimana ?
semua resah itu melebur dalam langkah jiwa....
tentang kapan dan mengapa ?
semua dentuman sakit itu kerap datang..
menyela dalam ketenangan..
meleburkan semua dalam sebuah catatan hitam
tertoreh kalimat kerinduan..

ah..
siapa yang tahu ? kenapa wajah wajah itu bertanya ?
kepada mereka bertanya ?
siapa yang peduli...
yang jelas//wajah itu bukan romeo
yang merindukan juliet..
rela mati demi cintanya pada juliet...
bukan juga majnun yang tertepis kabut cinta layla..
rela terkubur dalam gelap gua..
hingga mati termakan bangkai karena merindu layla...
tapi setidaknya...
wajah lugu itu masih memiliki keyakinan...
tentang cintanya yang telah merubah semuanya ?
keyakinan tentang sebuah catatan baru tentang rindunya ?
sebuah catatan..
bukan seperti romeo...atau majnun..
namun hanya seorang......Ardiansha dalam ksederhanaannya...



El Zhemary., perpustakaan 12 febuari 2013
Reaksi:

0 komentar: